Tim

Evaluasi untuk Terus Berkembang

Meninjau Cara Kami Bekerja

Perbaikan berkelanjutan dimulai dari kemauan menilai pekerjaan dengan jujur. Kami rutin mengevaluasi hasil dan proses, baik sebagai individu maupun tim.

Tim

Cara Kami Memberikan Masukan

Kami menggunakan empat langkah agar masukan jelas, membangun, dan dapat ditindaklanjuti: pengamatan, perasaan, kebutuhan, dan permintaan.

Pengamatan

Sampaikan fakta yang dapat diamati tanpa memberi label pada orangnya.

Contoh: “Bagian ini ditambahkan ke kode aplikasi” atau “Permintaan klien A belum dibalas.”

Hindari penilaian seperti: “Kodemu berantakan” atau “Kamu tidak pernah memperhatikan klien.”

Perasaan

Jelaskan perasaan kita sendiri sebagai pemberi masukan, bukan menebak perasaan penerimanya.

Contoh: “Saya khawatir permintaan klien lain juga belum ditangani tepat waktu.”

Kebutuhan

Sampaikan kebutuhan di balik perasaan itu: kepastian bahwa layanan kami memenuhi kebutuhan klien.

Permintaan

Ajukan langkah yang konkret: “Bisakah kita membuat alur tindak lanjut agar setiap permintaan ditangani tepat waktu dan perkembangannya disampaikan kepada klien?”

Membangun Kebiasaan Saling Memberi Masukan

Kami ingin masukan dipandang sebagai bantuan untuk berkembang, bukan serangan pribadi. Caranya:

  • Membiasakan masukan dua arah, baik antarrekan maupun antara anggota tim dan pimpinan
  • Berfokus pada perbaikan, bukan mencari pihak yang salah
  • Menghargai kemajuan yang sudah dicapai
  • Mendorong pimpinan memberi contoh dengan aktif meminta dan menanggapi masukan

Belajar dari Kesalahan

Ketika sesuatu tidak berjalan sesuai rencana, kami:

  • Meninjau kejadian tanpa saling menyalahkan
  • Mencari kelemahan proses atau sistem yang ikut menyebabkan masalah
  • Memperbaiki proses agar kesalahan serupa tidak terulang
  • Membagikan pelajarannya kepada seluruh tim

Dengan kebiasaan ini, kami dapat terus memperbaiki cara bekerja dan kualitas layanan bagi klien.